Web Hosting

Solusi Untuk Kesehatan Anda

Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1!

Ujian Kelulusan Orang Gila

Setelah lama di rawat di Rumah Sakit Jiwa, tibalah untuk ujian untuk
lulus menjadi manusia yang normal. Ujian terakhir adalah ujian menyanyi,
ujian ini di ikuti oleh 5 orang gila.
Lagu dari orang gila pertama adalah lagu : “pelangi-pelangi alangkah
indahmu…”dan serterusnya, orang gila pertama dinyatakan lulus ujian.
Lagu dari orang gila kedua adalah lagu : “kulihat ibu pertiwi sedang
bersusah hati….” Dan seterusnya, orang gila kedua dinyatakan lulus ujian.
Lagu dari orang gila ketiga adalah lagu, “potong bebek angsa masak
di kuali….” Dan seterusnya, orang gila ketiga di nyatakan lulus ujian.
Lagu dari orang gila keempat adalah lagu, “satu-satu aku sayang ibu
dua-dua juga sayang Ayah”…. Dan seterusnya, orang gila keempat
dinyatakan lulus ujian.
Lagu dari orang gila kelima adalah lagu, “aku masih seperti yang
dulu… “dan seterusnya, orang gila kelima dinyatakan tidak lulus, karena
dia sendiri yang mengatakan bahwa ia masih seperti yang dulu (masih
gila).

Turis Naik Becak

Ada seorang turis yang sedang berlibur, datang ke Indonesia. Dia
ingin sekali merasakan bagaimana rasanya naik becak. Setelah
menunggu ada juga tukang becak yang kebetulan lewat. Si turis berkata
“Tolong antarkan saya untuk jalan-jalan di sekitar sini”. Tukang bacak
sangat terkejut ternyata si turis bisa bahasa indonesia. “Baik pak, silahkan
naik” kata tukang becak dengan ramahnya.
Di perjalanan si turis melewati sebuah jembatan yang besar dan
pendek. Dia bertanya “Jembatan ini berapa lama dibangun ?”. Tukang
becak segera mengingat-ingat, dan kemudian dia menjawab “kira-kira 3
tahun pak. Turis kemudian berkata dengan sombongnya “masak 3 tahun
kalau di Amerika jembatan seperti ini cuman 3 bulan”. Tukang becak
langsung terdiam ketika mendengar ucapan turis tersebut.
Kemudian mereka melewati monas, sang turis pun langsung
bertanya lagi untuk kedua kalinya “kalau tugu ini berapa lama
dibangunnya ?”. Tukang becak pun kembali berpikir sejenak dan
menjawabnya “kira-kira 4 tahun pak”. “Apa 4 tahun, kalau di Amerika tugu
seperti ini cuman 4 bulan”. Tukang becak hanya bisa terdiam ketika
mendengar ucapan turis tersebut.
Selanjutnya turis ingin jalan-jalan ke tempat yang lebih jauh lagi. Si
turis melihat ada sebuah jembatan yang panjang sekali. Dia kemudian
bertanya lagi untuk yang ketiga kalinya. “Kalau jembatan ini barapa lama
dibangun ?. Tukang becak tidak tahu kalau di situ ada jembatan dia pun
berkata “kalau jembatan ini saya tidak tahu pak, perasaan kemarin saya
lewat sini belum ada”. Si turis sangat terkejut ketika tukang becak
mengatakkan hal itu. Berarti satu hari, dia berkata dalam hatinya.
Akhirnya turis itu hanya bisa terdiam ketika mendengar ucapan tukang
becak tersebut

Perbandingan Tingkat Kepintaran

Orang Amerika telah memikirkan bagaimana caranya dari bumi ke
bulan. Mereka telah mengupayakan berbagai macam cara agar mereka
dapat ke sana dengan aman dan nyaman. Tetapi ini semua belum
seberapa, orang Indonesia telah memikirkan bagaimana caranya dari
bulan ke bulan.
Bagaimana… bulan depan ya….

Penjual Pempek

Siang-siang bolong pejual pempek berteriak-teriak di jalanan untuk
mempromosikan jualannya. Di berkata “pempek…pempek…siapa mau
beli” dia terus mengucapkan itu dengan suara yang keras sekali, sampaisampai
ada orang dari lantai dua rumahnya yang sedang tertidur
langsung terbangun dan dia berkata dari jendela kamarnya dengan
jengkelnya “ooi…ooi… ada otak dak” si penjual pempek pun dengan
refleknya langsung menjawab “tidak ado”, orang yang berbicara tadi,
langsung berkata “o… pantas, siang-siang bolong begini teriak-teriak”.
Sangka si pejual pempek, adalah pempek otak-otak, tentu saja dia
menjawab tidak ada, dan sangka orang yang berkata tadi, si tukang
pempek memang tidak punya otak, siang-siang jualan pempek sambil
teriak-teriak.

Buat Website Anda

Hosting Indonesia